Sabtu, 24 Mei 2014

Oral Surgeon ?

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 08.11
Reaksi: 

“Tidak ada penyesalan apakah kita bertemunya baru kemarin sore dan membicarakann semuanya. Tidak ada yang sia-sia. Masih ada waktu untuk mengubah segalanya, Semangat !

            Saya selalu saja ingin menjadi seorang spesialis di blok yang sedang saya pelajari. Terkadang saya ingin menjadi spesialis penyakit mulut, spesialis periodonsia, spesialis ortodonsia atau ingin melanjutkan  master dibidang manajemen rumah sakit, public health atau apa saja yang sedang saya pelajari, labil memang J 






            Dan tara sekarang saatnya masuk ke blok ‘sesuatu’ bedah mulut. Mungkin efek nonton code blue juga saya sangat ingin sekali menjadi seorang oral surgeon. Needle,  scapel, hemostat, syringe dan lainnya. Saya merasa menjadi seorang ahli bedah mulut pasti akan sangat sibuk, banyak pasien dalam kondisi emergency, fraktur maxilofacil atau abses diregio maxilofacial  dan kondisi sulit lainnya. Bisa saja nanti yang datang pasien dalam kondisi shock atau kita melakukan kerja tim yang beriringan dengan dokter bedah lainnya. Setiap hari datang pasien dalam kondisi yang berbeda-beda. Secepat kilat kita memutuskan treatment apa, tindakan cepat dan ya begitulah, ada perasaan luar biasa yang tidak bisa disampaikan.


            Menjadi seorang ahli bedah mulut tidaklah semudah yang difikirkan, tidak akan ada hari-hari tanpa membaca buku, bedah jurnal, bedah kasus dan kegiatan lainnya. Bedah mulut harus paham anatomi, fisiologi dan patofisiologi lebih. Harus bisa bergerak gesit, cekatan, tidak ceroboh dan mampu berfikir kritis. Ya setidaknya itulah gambaran seorang oral surgeon yang saya dengar dari lingkungan sekitar.


            Sepengamatan saya, pada blok ini lumayan banyak teman-teman saya yang juga tertarik ke bagian ini. Sering ada kelompok diskusi diperpustakaan. Sekali diskusi 4 atau 5 buku terbentang dan semuanya bahasa inggris, ditunjuk satu orang dengan kemampuan bahasa inggris yang bagus untuk mentranslate sedangkan yang lain mendengarkan dan yang paham dari hasil translate-an itu menjelaskan lagi kepada yang lain dalam bahasa yang lebih sederhana Atau juga diskusi dilakukan didalam kelas, ruangan lainnya yang bisa diisi oleh banyak orang, setiap hari saya selalu mendengar obrolan teman saya baik yang sedang santai, serius atau duduk-duduk tentang bedah mulut. Download video bedah yang merupakan standar dokter gigi S1, membagikan kepada yang lain, mengajarkannya kepada semua orang.

              Sore itu sepertinya akan hujan lebat. Saya masih berdiam diri di ruang dosen, bersama seorang dosen, mengedit pertanyaan  sebuah talkshow  kesehatan gigi dan mulut yang akan beliau sampaikan. Cukup lama kami berbincang dan banyak hal yang kami perbincangkan. Beliau bertanya mengenai minat saya, saya spontan menjawab sangat minat untuk menjadi seorang oral surgeon, karena saya sadar diri, saya tidak ahli dibagian skill-skill yang telah saya pelajari sebelumnya. Ternyata beliau juga meminati hal yang sama, karena satu dan lain hal beliau tidak jadi melanjutkan ke program bedah mulut tapi ke spesialisasi lain. Beliau memotivasi bahwa kalau ingin menjadi seorang bedah mulut rajin-rajin belajar, rajin-rajin baca buku, perkuat teori dan teknik  dan tahan banting.  Saya mulai paham. Beliau juga melakukan evaluasi akademik saya, dan jlebb, memotivasi saya untuk lebih meningkatkannya lagi, masih belum mencapai standar untuk melanjutkan kejenjang spesialisasi bedah mulut sepertinya.


Kadang saya terlalu banyak impian tapi MALAS untuk bergerak dan memperbaiki kesalahan.  Ya benar dengan pengetahuan, skill dan nilai yang saya punya sekarang memang belum akan mencapai standar calon dokter spesialis bedah mulut. Dan benar saja. Pepatah yang mengatakan bahwa penyesalan selalu dikhir acara selalu benar adanya. Saat itu saya menyesal dan entahlah, saya sering sekali menyesal karena lalai belajar. Namun selau saja saya kalah melawan kemalasan diri sendiri. Dan akhirnya waktu luang yang ada tidak dimanfaatkan. Apalagi ketika akan ujian blok, biasanya saya sudah tidak konsen belajar lagi. Selalu seperti itu, padahal ujian blok merupakan 50% dari total nilai secara keseluruhan, saya selalu tidak bisa menaklukannya. Sehingga banyak sekali dosen saya yang bertanya-tanya. “kenapa nilai corri seperti ini?  Saya berharap banyak loh dari corri”  atau “kamu tidak belajar ya corri ? saya tidak menyangka nilai kamu seperti ini” dan tentu saja saya hanya bisa menjawab dengan senyum saja. Saya juga tidak mengetahui sampai sekarang, kenapa saya begitu kesulitan menjawab soal-soal ujian blok. Saya selalu tidak konsen, tidak bisa terarah dan tidak mengerti dengan pertanyaan yang ada dan tentu saja, karena ujian blok  50% nilainya, nilai saya segitu-gitu saja, tidak mencapai standar ******e.


Sudah dari tahun satu saya merasa kesulitan untuk memahami pertanyaan pada saat ujian blok. Selalu apa yang saya fikirkan berbeda dengan maksud soal. Saya tidak mengerti kesalahannya dimana dan saya benar-benar takut setiap akan ujian blok. Lagi-lagi nanti merasa tidak  mengerti dengan pertanyaannya. Walaupun saya sudah membaca bahan kuliah dan membaca soal berkali-kali, namun masih saja saya merasa asing dengan pertanyaannya. Dengan hasil yang saya capai teman-teman saya selalu beranggapan karena saya sibuk di sebuah organisasi. Padahal menurut saya tidak saatnya lagi aktivis bernilai rendah. Tapi tetap harus menyeimbangkan organisasi dan disiplin ilmu yang dipunya. Ini mungkin pendapat saya pribadi dan tentu saja cara pandang kita berbeda.   


Namun rasanya ini masih belum terlambat.  “Tidak ada penyesalan apakah kita bertemunya baru kemarin sore dan membicarakann semuanya. Tidak ada yang sia-sia. Masih ada waktu untuk mengubah segalanya” mari kita lihat nanti, apakah saya bisa berubah dan memperbaiki semuanya. Menata harapan orang-orang yang sempat berharap. Semangat ! 


Mohon do’anya saya dapat  menghilangkan sifat malas, dimudahkan didalam menjawab soal-soal, meningkatkan skill dan pengetahuan akhirat dan disiplin ilmu dan senantiasa memiliki sifat belajar sepanjang hayat. Keluarga saya senantiasa didalam lindungan Allah, senantiasa bertakwa dan meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahuwata'ala senantiasa diatas sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam.Serta tentu saja tujuan kita bersama sebagai muslim masuk surganya Allah Subhanahuwata'ala. Do'a yang sama untuk yang mendo'akan saya 
               

                     

2 komentar:

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook