Selasa, 28 Juli 2015

CAKAK GADANG

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 23.31
Reaksi: 

         Pemilihan kepala daerah serentak tinggal menghitung bulan, tepatnya 9 Desember mendatang. Semua calon kepala daerah se- Indonesia ramai-ramai mendaftarkan diri ke KPU yang diiringi ratusan pendukung – “maadu untuang”. Sumatera Barat yang akan melaksanakan pemilihan gubenur serta pemilihan bupati dan walikota juga tidak mau ketinggalan hebohnya. Koran lokal sudah ramai memberitakan siapa saja calon yang akan “maadu untuang” tersebut. Masyarakat awam sudah ikut pula memprediksi siapa yang akan terpilih nantinya – berarti politik sudah menjadi santapan sedap semua orang.

Bakal Calon Kepala Daerah di Sumatera Barat :
sumber : Koran Singgalan 29 Juli 2015



            Dalam pandangan saya beda Indonesia dengan negara kerajaan ya itu. Negara kerajaan yang sudah pasti pemimpinnya siapa, maka politik bukanlah sesuatu yang keren yang harus diperjuangkan – maka tak heran mereka fokus kebidang lain semisal ekonomi dan pendidikan.  Tapi bagi Indonesia yang sekarang apa-apa sudah sangat bergantung pada kebijakan yang memegang tampuk pemerintahan, maka politik adalah barang sedap yang wajib untuk diperjuangkan. Kita sama-sama punya hak untuk dipilih dan “mengatur hidup orang lain” maka tak heran tua-muda saling bersikutan untuk memperjuangkan siapa yang mereka dukung. Siapa tau dan siapa tau ada balas budi ketika mereka yang didudukung “duduk”... hmmhmm seperti mungkin ya........ memberikan jabatan tertentu untuk yang mendukung, upss. TAPI KENYATAAN TU dibeberapa daerah.

Cuplikan koran singgalang 29 Juli 2015
            Saya tertarik membuat tulisan ini setelah membaca Headline news koran lokal  hari ini yang berjudul “Tragedi politik Shadiq –Syamsu rahim“ ya bagi pendukung Shadiq Pasadigu yang elektabilitasnya terhitung tinggi pasti kecewa berat – orang yang digadang-gadangkan eh sudah duluan disalip oleh pasangan Musliar Kasim dan Fauzi Bahar (lagi-lagi politik itu kejam ya guys). Walhasil pemilihan gubenur Sumatera Barat kali ini meninggalkan 2 pasang yang akan bertarung, Irwan Prayitno (Gubenur Sumatera Barat sekarang) dan Nasrul abit (Bupati Pesisir selatan periode sebelumnya) VS Muslim Kasim (wakil gubenur Sumatera Barat sekarang) dan Fauzi Bahar (Walikota Padang 2 periode) yang diprediksi banyak orang akan panas.

      Prediksi  pemilihan gubenur akan panas bukanlah isapan jempol belaka. Berikut ini adalah beberapa fakta yang membuat prediksi itu muncul
  • Sengaja tidak mengikutkan Shadiq dan Syamsu rahim dalam pemilu


Masih berdasarkan koran lokal tersebut bahwa dari awal pemilu gubenur Sumbar  sudah direncanakan hanya akan diikuti dua pasang calon saja. Agar pertarungan lebih “asyik dan seru” mungkin. Nah ketika pasangan SP-SR hendak mengambil “kartu terakhir” agar bisa mendaftar, buru-buru pasangan MK-FB menyalip dan mengkunci mati “kartu terakhir”  itu. Agar rancangan pemilu hanya diikuti 2 calon saja berjalan. Kalau sampai pemilu gubenur ini diikuti 3 calon ya pasti suara beberapa partai politik yang bersengketa akan pimpinan partai mereka akan terbagi 2 dan bisa membuat MK-FB kalah. HEBAT KAN ? (ya itulah politik kawan)

Cuplikan koran Singgalang tanggal  29 Juli 2015

  • Ketidakakuran antar calon gubenur

Pasangan MK – FB dikenal tidak akur dengan partai pendukung pasangan IP – NA yakni PKS dan Gerindra. Bagi warga kota Padang tentu masih ingat “sumpah serapah” Fauzi Bahar ketika akan mengakhiri masa jabatannya kepada PKS yang saat itu akan mengusung Mahyeldi sebagai Calon walikota. Ditambah hubungan Irwan Prayitno dan Muslim Kasim yang tidak akur selama menjalani roda pemerintahan Sumatera Barat serta isu korupsi safari dakwah yang pernah dilemparkan lawan tanding kepada Irwan Prayitno turut menguatkan bahwa akan terjadi “cakak gadang” diantara 2 pasang calon. Karena selain adanya ambisi untuk memerintah dibumbui dengan rasa sakit hati kepada “lawan tandiang”.
Ini video yang sempat membuat heboh Kota Padang
Sumber Youtube

  • Masa yang sama-sama kuat

            Masa adalah hal penting didalam pertarungan politik. Siapa yang masanya banyak otomatis akan menjadi pemenang dalam kancah ini. Masa kedua calon yang banyak tidak dapat diremehkan satu sama lain. Muslim Kasim dan Fauzi Bahar didukung oleh banyak partai politik dengan total perolehan 23 kursi di DPRD Sumbar serta didukung  oleh para perantau. Dilain sisi Irwan Paryitno yang tingkat “permintaan menjadi gubenur kembali” yang tinggi serta masa PKS dan Gerindra yang banyak di Sumatera Barat  membuat dua calon ini akan  bertarung kuat.

         Dapat dipastikan para kader dan simpatisan masing-masing partai akan sama-sama berkejaran mencari masa dan mendapatkan hati masyarakat. Belajar dari pemilihan presiden kemarin, pemilu dengan 2 pasang calon yang sama-sama punya masa banyak apalagi perolehan suara tipis, akan menghasilkan 2 kubu didalam masyarakat walaupun itu setelah pemilihan berlansung. Kalaupun si A menang tetap akan ada 49% penduduk yang tidak memilihnya dan siap menghujat segala kebijakannya dengan dalih “situ kan ngak gue pilih dulu di pemilu”.

Ya pemilihan dengan 2 pasang calon yang sama kuat akan melahirkan 2 kubu pendukung yang saling sikut-sikutan dan bisa saja nanti berujung kepada saling mencari kesalahan lawan atau kampanye terselubung. Bagi pemilih saya pikir sudah cerdas untuk memilih  siapa yang akan bisa membawa Sumatera Barat lebih baik walaupun nantinya banyak isu-isu miring untuk menjatuhkan salah satu calon, sebagai pemilih yang cerdas tentu isu-isu tersebut tidak ditelan bulat-bulat tapi dipelajari dan dianalisa terlebih dahulu. Apalagi bagi pemilih muda yang jumlahnya cukup banyak, dengan kecanggihan gadget yang dimiliki tentu sudah bisa membedakan dan mencari berita yang benar. Setidaknya kita harus mempersiapkan bekal ke-politikan sebelum masa-masa “panas dan genting” itu benar-benar hadir. INI KAN UNTUK SUMATERA BARAT, ya kan ?


                      Oleh : Corrina Heparti Novsyiami, SKG

3 komentar:

  1. ecieee.... bakal calon ibu gubernur 2035 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. haa aamiin .. walaupun corri lebih tertarik jadi ibu profesor hee :) semoga dapat yang terbaik aja bu ninit :) haa

      Hapus

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook