Kamis, 27 Februari 2014

Motivasi jam 7 pagi

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 07.54
Reaksi: 



Saya mungkin termasuk tipe mahasiswa yang ketika kuliah dimulai memperhatikan jumlah slide dosen. dan biasanya saya dan beberapa orang teman lainnya akan saling senyum kalau jumlah slide diatas 65 - 100 buah ditambah isinya tulisan semua dan full bahasa medis. Biasanya membuat perut saya semakin lapar atau mata semakin terkantuk.




            Pagi ini jadwal kuliah jam 7 pagi. Disaat mata setengah terkantuk, jalanan sedang ramainya – arus mudik kesekolah- kami kuliah pagi ini. Didalam kelas jatah angkatan 2011 yang datang baru 3 orang dan dikelas lain yang dihuni angkatan lain yang datang juga baru 4 orang, kami sama-sama kuliah jam 7. 

            Sembari menunggu dosen dan teman-teman lainnya saya menuju tempat fotocopyan, mengeprint lembar-lembar berharga untuk pelajaran selanjutnya. Beberapa saat kemudian, dosen-pun masuk. Diawal kuliah lansung memperlihatkan sebuah e-book dan tentunya bahasa Inggris. Perut saya mulai berbunyi – lupa makan pagi. Setelah beliau bercerita beberapa gambar di e-book. Beliau mulai membuka slide pelajaran kali ini. Saya perhatikan. Lumayan 67 slide. Perut saya makin bernyanyi. Glek. LAPAR. Saya berfikir saya benar-benar tidak akan fokus kali ini, kuliah jam 7, mata terkantuk-kantuk dan perut lapar. 


            Awalnya saya pikir kuliah kali ini akan sangat serius karena diawal slide saya lihat mendominasi tulisan dengan bahasa yang perlu dicarikan artinya.  Setelah beberapa menit memberikan pelajaran. Beliau mulai membuka kalimat motivasi-motivasi. Kalimat motivasi yang paling saya ingat ialah “Siapapun bisa menjadi dokter, satu angkatan ada 80 orang tentunya diharapkan akan jadi dokter ke 80 orangnya. Ananda tinggal memakai jas putih di klinik/ RS/ puskesmas, tetap akan dipanggil dokter. Namun tentunya yang membedakan ialah keahlian seseorang didalam mendiagnosa penyakit, merencanakan perawatan dan melakukan tindakan” GLEK saya menelan ludah, wah ini mah benar-benar menampar saya. Kenapa demikian? Kadang saya untuk membedakan A dengan B saja masih ragu, ini gambaran apa, ini gambaran apa padahal itu pengetahuan dasar seorang dokter gigi, kasus dilapangan sangat banyak. Walaupun orang berkata “alah kan gigi saja toh, dikit paling penyakitnya, apa pula yang dipusingkan” saya jamin yang berbicara ini belum tau ‘dalam’nya kedokteran gigi seperti apa. Dalami dulu, hayati dan rasakan sensasi kadang  jadi anak teknik dan kadang jadi dokter
.


            Saya mulai berfikir lagi bagaimana nanti kalau co-ass dengan skill dan pengetahuan pas-pasan, waaaww pasti sangat luar biasa galaunya :D. Tadi saja ketika kuliah ketika dosen bertanya, saya masih ragu menjawab tentang ankylosis. Anak FKG yang baca ini mungkin akan berkata, “duh itu mah pelajaran dasar gue, masa lo ngak tau”.  Kemudian akhirnya membuat saya flashback lagi. Ternyata begitu banyak waktu yang saya sia-siakan dan terbuang percuma. Selama ini selalu tidak serius belajar, malas buka buku, tidak mengerti pelajaran dan ujung-ujungnya ya, nilainya segitu-segitu saja, skillnya ya segitu-gitu saja. Padahal dosen saya pernah menasehati. Skill dikedokteran gigi ini bisa diasah dengan latihan. Nah saya ? latihan malas dan ditambah malas buka buku ya semakin tidak mengerti.



            Kalau saya mengingat bahan pelajaran saya selama 3 tahun ini dengan tinggi bahan kuliah sudah mencapai setengah kamar ternyata hanya beberapa saja yang singgah dan sisanya ? menguap begitu saja.

            Saya tipe orang yang suka  senang memperhatikan orang yang rajin belajar, walaupun diri sendiri belum :D. Dikelompok  tutorial  semester kemarin, ada teman saya yang sangat rajin membaca buku sehingga pada saat tutorial dia selalu mengetahui banyak hal, selalu menjawab ketika kami tidak tau dan memang nilainya sangat bagus. Dikelompok tutor yang sekarang juga ada yang seperti itu. Ternyata ketika saya kepo-kan mereka satu-satu yang membedakan ialah ”mereka selalu sungguh-sungguh ketika akan KP, skill lab dan tutorial”. Saya ? waduh jauh dari sungguh-sungguh. Mereka bisa tidak tidur kalau besok tutorial. Nah saya ? kalau ngantuk ya tidur walaupun belum belajar semua LO. Waw ternyata memang terlihat yang sunguh-sunguh memang mengetahui banyak hal. Saya selama ini saya hanya belajar instan. Belajar cepat dan apa adanya, TIDAK SERIUS.




Jam 8 telah datang, Kuliah dari dokternya disudahi karena kami akan tutorial jam 8. Diakhir saya kembali terkaget. Oh sudah akan tutor saja padahal bahan tutornya banyak yang belum dibaca. Ketika berlari-lari kecil ke ruang tutorial teman saya yang lain berkomentar “saking memotivasinya saya ngak berkedip lho dari slide beliau” saya pun iya, ketika beliau mulai memotivasi, tetiba lapar saya menjauh dan begitu beliau mengatakan Assalamu’alaykum penutup kuliah, perut saya berbunyi kembali


Terima kasih dokter  untuk motivasi jam 7 paginya. Be a great doctor.


note : semua foto saya ambil dari google

2 komentar:

  1. kalau ngantuk ya tidur walaupun belum belajar semua LO.

    zzzz sama banget dek..

    tapi setiap org punya cara sendiri untuk paham akan materi hehe.. ga mesti maksain pake cara org juga kl mmg kita ga mampu.. yg penting kita harus punya cara untuk mmahami materi agar slide dan tekbook yg ada ga sia" *apaniganyambung* :D

    BalasHapus
  2. iya kak, semangat :)semoga kedepannya lebih baik lagi kita semua :D

    kakak yang cantik ini siapa ya ? profilenya diprotect jadinya namanya keluar nama admin ?

    BalasHapus

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook