Sabtu, 02 November 2013

Akhwat Modis “Salah Ngak Sih” ?

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 22.51

Akhwat Modis “Salah Ngak Sih” ?
                Modis, cantik dan menarik mungkin tiga kata yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang, apalagi dikalangan wanita pada umumnya. Dasarnya wanita adalah makhluk Allah yang mempunyai daya tarik tersendiri oleh sebab  itu wanita diperintahkan oleh Allah untuk menjaga yang tidak biasa tanpak dari padanya (aurat.red). Di dunia modern ini terdapat dua jenis wanita, (1) wanita yang menjaga aurat dengan baik dan sempurna dan (2) wanita yang belum menjaga aurat dengan baik dan sempurna. Didalam menutup aurat pada wanita, masih terdapat perbedaan didalam contoh pakaian ‘syar’I’ yang harus digunakan, perbedaan ini biasanya ditimbulkan oleh perbedaan golongan yang dianut, contohnya :suatu golongan mengkategorikan syar’I pakaian yang dijahit dari atas kepala sampai kaki, golongan lain mengkategorikan lain. Dasar didalam berpakaian ialah seperti yang tertuang dalam ayat  dan Hadits berikut atau pada ayat dan hadits lainnya :
(a)    Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Al-Ahzab : 59)
(b)   Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Al- A’raf : 26)
(c)    Rasulullah SAW bersabda : “ Wahai Asma, jika seorang wanita telah menjalani haid , maka tidak diperbolehkan baginya dilihat kecuali ini dan ini.’ Beliau mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangannya” (HR. Abu Dawud)
(d)   Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. (Qs. An-Nuur: 31)
                Jikalau lah bicara tentang pakaian, didunia modern ini banyak pakaian yang disajikan mulai dari gaya A hingga Z, mulai dari berbahan sutera sampai berbahan katun, atau lainnya. tinggal bagaimana si empunya memadukan dan terkategori syar’i.
                Aktivis dakwah perempuan atau akhwat dizaman sekarang juga sudah mengalami perubahan dari segi berbusana. Kalau dizaman dahulu pakaian gelap dan satu warna menjadi ciri khas, sekarang warna-warna ceria hingga bermotif  dikenakan  oleh aktivis da’wah. Tidak jarang juga para akhwat lebih modis dari pada perempuan sebaya lainnya. Sepatu crocs, tas Luis Viton (no Kawe), Baju butik atau lainnya sering  dipunyai oleh akhwat-akhwat yang tak mau ketinggalan mode. Ketika ditanyai mengenai ini, hanya jawaban ‘pengen aja, suka aja’ atau aja-aja lainnya yang keluar dari mulut para akhwat. Nah pertanyaannya sekarang “Salah ngak sih jikalau para akhwat ikutan modis dizaman serba modis ini ?”
                Ketika kita  mengkaji ini, maka kita harus melihat dari dua sisi yang berbeda : yang pertama sisi positif dan negatifnya. Baiklah kita mulai dari yang positif dulu, ada beberapa sisi positif yang penulis rasa :
 (1) Akhwat modis dengan baju warna-warni mampu menunjukan kepribadian si akhwat, apakah si akhwat orangnya sanguinis, plegmatis, koleris atau melankolis. bisa juga menujukan kondisi hati  akhwat, sehingga kita mengetahui strategi dan trik didalam berkomunikasi dengan si akhwat.
 (2) Yang terpenting, penampilan akhwat yang modis mampu menjadi dakwah fardiyah sendiri bagi si akhwat, karena kebanyakan masyarakat awam mengetahui jilbaber itu  tampil dengan pakaian yang mungkin belum diterima orang banyak. Nah dengan  pakaian yang modis, anak-anak modis pun menyukai gaya pakaian si akhwat dan mulai beralih kepakaian syar’I ‘ nan modis, karena sudah banyak penulis temui orang yang pakaiannya berubah menjadi syar’I karena terpesona dengan pakaian akhwat yang modis,  menurut mereka pakaian akhwat yang modis menambah keanggunan mereka. Namun sisi positif ini hanya bisa diterapkan untuk sesama perempuan saja. Karena… baiklah itulah sisi negatifnya :
 (1) Akhwat yang tampil modis dikhawatirkan berniat berpakaian bukan karena Allah, tapi karena ingin terlihat cantik dan menarik dimata semua orang termasuk dimata lelaki non mahram  ini jelas bertentangan dengan hadits nabi “Seorang Wanita Dilarang berhias untuk selain suaminya” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i), berhias ini tidak hanya bersolek tapi bisa juga memakai pakaian yang indah dan menarik mata lelaki lain.  Bahkan berniat ingin dipuji, ini tidak diperbolehkan karena “Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli. (HR. Ad-Dailami)
(2) Akhwat yang tampil modis lebih sibuk mempercantik diri dengan menghabiskan waktu untuk belanja dan kegiatan Hunting pakaian dari pada menambah ilmu agama, semisal tasqif, liqo’, taklim, dan lain lain.
(3) Akhwat yang tampil modis bisa menggoda iman baik dari kalangan aktivis da’wah sendiri ataupun lelaki lainnya, karena akhwat yang tampil modis cenderung lebih menarik. “Wanita adalah alat perangkap (penjaring) setan. (HR. Asysyihaab)” maksud penjaring setan disini, akhwat yang tampil modis tadi menarik perhatian laki-laki sehingga para lelaki, hatinya menjadi cenderung kepada si akhwat.
(4) akhwat yang tampil modis bisa saja jatuh kepada hukum berlebih-lebihan didalam berhias, dan menimbulkan dosa bagi akhwat sendiri. Karena kita ketahui setiap saat mode pakaian pasti berganti sehingga akhwat yang ingin selalu tampil modis berusaha untuk update pakaian terbaru padahal pakaian lamanya masih bagus dan layak untuk dipakai, sehingga terkesan mubazir dan berlebih-lebihan dari kebutuhan awal.
                Namun dari pada itu. Salah atau tidaknya akhwat modis ini didalam berpakaian, kembali lagi kepada niat awal didalam berpakaian, berpakaian niat awalnya adalah untuk menutup aurat  dengan ketentuan yang ditetapkan Allah. Jangan sampai niat awal untuk mengabdi kepada Allah malah berubah menjadi murkanya Allah, berubah menjadi bencinya Allah. Dan jugas kita harus ingat adab-adab lainnya.  Wallahu’alam bishawab.

                Daftar kepustakaan
                Al- Qur’an Nur Karim
                Al-Hadits
                Uwaidah Muhammad Kamil, Jakarta,  Fiqih Wanita, 2004, Pustaka Al-Kautsar



FACEBOOKKU,  FUTURKU ?
            Facebook (efbe), dunia modern ini siapa yang tidak kenal dan ‘mengkonsumsi’ facebook. Sudah menjadi barang biasa bagi semua kalangan baik itu anak-anak, muda, dan tua. Facebook sebenarnya memberikan keuntungan kepada ‘konsumen’ facebook, dengan kemudahan yang ditawarkan facebook, kita dapat berkomunikasi berjam-jam dengan teman lama, sahabat atau orang tua (bagi yang ngekos) tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih, cukup membayar biaya internetnya saja (dengan catatan orang tua juga mempunyai jejaring sosial yang sama).
            Situs jejaring sosial facebook seolah menjadi barang candu bagi para konsumennya, diawal pembuatan, facebook berlagak biasa-biasa saja  kemudian terus bebernah dan mencuri trend pasar . Sehingga masyarakat berbondong-bondong membuat facebook dan menganggap dirinya sudah sesuai standar pasar kegaulan. Bermunculanlah masyarakat yang numpang ngeksis didunia maya. Upload foto sembarangan, buat status sembarangan, dan berkiriman wall sembarangan yang tujuannya hanya untuk mencari sensasi facebooker’s lainnya. Kemudian setelah apa yang dibuatnya menjadi headlinews sipelaku merasa sangat bangga. Padahal sebenarnya itu tidak lebih aktivitas membongkar aib sendiri didepan khalayak ramai.
Aktivis Dakwah Kampus (ADK)  juga merupakan salah satu ‘konsumen’ facebook terbanyak. Bisa disurvey, hampir keseluruhan ADK mempunyai situs jejaring sosial seperti facebook. Situs jejaring sosial banyak dimanfaatkan ADK untuk melakukan komunikasi yang tidak sempat dilakukan didunia nyata. Facebook menjadi 2 mata pisau bagi ADK, disatu sisi bermanfaat untuk memperluas penyebaran dakwah, disisi lain jika tidak waspada facebook bisa menjadi sumber kelalaian. Dari sini timbul pertanyaan besar, salah ngak apabila seorang ADK facebook-kan, futur ngak tu
            Jawabannya ngak salah : selama ADK itu pandai meletakakan batas tegas antara memakai facebook, Ibadah dan bersosialisasi dengan dunia nyata. Batas tegas disini benar-benar mempertegas jam pemakaian facebook hanya untuk keperluan penting saja (semisal rapat via online)  .Sama halnya apabila ada seorang pasien bertanya kepada dokter gigi. Dok, saya DM boleh tidak giginya dicabut, jawabannya boleh-boleh saja dengan syarat gula darahnya terkontrol. Nah begitu juga   penggunaan facebook harus dikontrol. Obat saja apabila overdosis bisa  menyebabkan kematian, facebook juga begitu,  penggunaan facebook yang overdosis hanya akan mematikan iman. Setelah kualitas iman berkurang para ADK Lebih senang berchatting ria dari pada membaca buku yang bermanfaat, lebih senang membaca wall-wall teman dari pada melalukan pekerjaan lain yang bermanfaat.
            Namun kita juga harus tahu bahwa facebook memiliki segudang mudhorat. Salah satu kelemahan facebook  ialah, foto-foto wanita yang membuka aurat atau belum berpakaian syar’I bersileweran dengan jelas dan gamblang difacebook. Foto ini tentu tidak dikehendaki untuk dilihat oleh ADK, namun apalah daya, apabila teman difacebook menguploadnya maka secara otomatis keluarga di homenya masing-masing. Bisa saja ADK yang biasanya menjaga pandangan tanpa sengaja melihat foto-foto tersebut menjadi tergoda, berbahaya bukan. Pantas saja salah seorang ADK mengungkapkan hanya mengaccept teman dari kalangan keluarga atau sahabat dekat, diluar itu pasti diremove.
            Jadi apakah facebook itu adalah futurku, kita kembalikan lagi kepada urgensi pemakaian facebook bagi setiap individu, kalau tujuannya adalah karena dakwah tentu hasilnya adalah kebaikan, tapi kalau tujuannya hanya kesenangan semata tentu facebookku adalah futurku yang akan mengikis sedikit demi sedikit iman didalam hati.

               CHN
                                                                                                                                   

ISLAM WAY OF MY LIFE
            Manusia adalah sebuah makhluk lemah ciptaan Allah yang hidup didunia ini dan kadang tidak mengetahui untuk apa dia diciptakan. Dewasa ini begitu banyak orang yang mengaku islam namun masih belum menjalankan syariat islam itu secara benar dan sangat disayangkan, belum mengetahui tata aturan islam yang benar, itu disebabkan karena apa, karena kurangnya pengetahuan akan islam dan kurangnya keinginann untuk mempelajarinya, kalau sudah begini, bisakah kita berharap islam sebagai jalan hidup kita ?
Islam adalah sebuah agama rahmatanlil’alamin yang disebarkan oleh seorang pria karismatik bernama Muhammad, dengan segenap jiwa dan raganya berhasil menyebarkan dakwah islam hingga kita rasakan sekarang ini, islam sebagai rahmatanlil’alamin nyatanya baru dapat kita rasakan setelah kita benar-benar mengetahui apa itu islam dan bagaimana islam itu dapat menjadi jalan hidup kita ?
                Islam way of my life, secara bahasa dapat kita artikan sebagai agama islam adalah jalan hidup ku . Dari judul saja kita sudah mengetahui bahwa islam itu nyata jalan hidup yang harus ditempuh dan diaplikasikan.
            Islam  disini bukan hanya islam yang bercirikan sholat, puasa dan ngaji, bukan. Namun cakupannya luas dari pada itu, islam itu adalah segenap apapun yang dilakukannya adalah semata untuk Allah bukan untuk yang lain, hanya untuk Allah, semua niat karena Allah dan  semua perbuatan karena Allah, sedangkan sholat, mengaji atau puasa dan lainnya merupakan secercah aplikasi apabila kita mendalami islam secara kafah.
            Jalan hidup ialah pilihan corak yang kita jalani selama kita hidup, misalnya seseorang yang meyakini islam sebagai jalan hidupnya sangat harus memberikan corak islami didalam hidupnya. Dimana komitmen itu harus disertai dengan pengetahuan kita akan islam yang benar itu seperti apa, bagaimana tata aturan hidup yang semestinya.
            Setelah kita mengetahui islam secara benar serta tata aturannya, barulah kia dapat menjadikan islam itu sebagai jalan hidup, barulah kita dapat mengetahui manfaat dan hakikat islam sebagai rahmatan lil’alamin, jangan sampai kita tidak mengetahui apa yang kita kerjakan, dan jangan sampai pula kita tidak mengetahui tata aturan yang kita jadikan corak hidup.
            Nah mari kita jawab pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara islam menjadi jalan hidup kita ? jalan hidup di islam adalah sebuah anugerah karena islam satu-satunya agama yang diridhoi Allah, memeluk islam adalah sebuah komitmen yang harus kita pegang, yang harus kita jalani, namun sudah sejauh mana kita menjalani komitmen itu ? hanya hati kita dan Allah yang tau, berkomitmen dengan islam sebenarnya tidaklah sulit, tergantung dari niat awal kita memeluk islam,apakah kita memang sudah islam hanya karena keturunan dari orang tua atau memang ada keinginan dari hati terdalam untuk mengetahui siapa rabb kita dan bagaimana cara melakukan syukur dan penyembahan kepadaNya. Jikalau niat kita memang karena sudah islam saja, kemudian tidak ingin mencari sesuatu yang semestinya, maka sebaiknya perbaiki dulu niat kita, tata kembali niat yang ada, jangan sampai kita adalah seorang muslim namun kita tidak mengetahui bagaimana muslim yang seharusnya dan pastinya tidak bisa menjadikan islam itu sebagai jalan hidup kita. Nah, jikalau niat kita adalah yang kedua, memang benar-benar karena kita ingin mencari sesuatu yang benar dan yakin, maka lanjutkan, perkuat dan gali lebih dalam mengenai niat yang kita dapatkan, dengan cara mempelajari islam itu secara lebih dalam dan tidak setengah-setengah.
            Islam sebagai jalan hidup berarti setiap pekerjaan kita berlandaskan islam, namun karena keterbatasan pengetahuan kita akan islam, oleh sebab itu kita dituntut untuk mempelajari islam itu dimana dan kapan saja. Kemudian aplikasikan kedalam hidup kita dan akhirnya kita akan dapat merasakan bagaimana islam sebagai agama rahmatan lil’alamin yang mempunyai aturan-aturan yang pasti punya kebaikan untuk kita, yang pastinya punya faedah yang jelas kemudian tentunya dapat mengantarkan kita menuju surganya Allah. ^_^
 ISLAM ADALAH JALAN HIDUP SAYA DAN SAYA BANGGA DENGAN ISLAM.  

    
Tokoh Idola
Tokoh idola, dapat didefenisikan sebagai seseorang yang mampu memberikan motivasi, semangat dan kekuatan baru dikala kita membaca sejarah atau melihat seseorang itu, tidak dapat dipungkiri didalam kehidupan kita pasti memiliki tokoh idola yang secara tidak lansung mewarnai perilaku dan gaya hidup yang dimiliki, baiklah untuk saya pribadi, tokoh idolanya ialah :
1.    Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassalam ^_^
Seorang pria karismatik yang mampu memberikan energi, teladan dan kebaikan dikala kita membaca sejarah-sejarah beliau, seluruh umat islam wajib mengidolakan beliau, dari segi apapun dan momem apapun, seseorang yang meletakkan dasar keimanan yang membuat umatnya punya cara terbaik berkomunikasi dengan tuhannya. “dapatkah ku teladani luhur budi pekerti” sepenggal lirik nasyid yang benar-benar menggambarkan keinginan kita untuk meniru beliau, mulai dari tata aturan ibadah hingga tata kehidupan sehari-hari, “idola itu ialah orang yang mampu menjadikan kita terbaik disisi manapun ketika meneladaninya” (corrina-2012)
2.    Siti Aisyah dan Nofiardi (Ibu dan Ayah saya pribadi)
Wanita anggun dan lelaki luar biasa, penuh kasih sayang, yang mampu mengorbankan apapun yang dimiliki demi anak-anak tercinta, “idola itu ialah orang yang mampu memberikan kita pelajaran akan hidup ini dan tenang dikala kita melihatnya” (corrina-2012), walaupun sangat banyak orang didunia ini yang menjadikan  orang tua sebagai idola, bukan tanpa sebab pula saya berkata demikian, orang tua adalah orang yang senantiasa menampung keluhan anaknya disaat dunia menutup telinga, yang berusaha membuat konsep hidup terbaik bagi anaknya yang senantiasa mendo’akan anaknya dikala jauh maupun dekat, satu-satunya yang mampu merangkul anaknya disaat yang lain enggan untuk melihat. Hanya orang tua ya hanya orang tua, orang tua adalah yang selalu mendengarkan kisah sederhana agar anaknya  tidak menjadi tamak disaat dunia semakin sombong, yang selalu memberikan kehidupan sederhana dan apa adanya agar anaknya mampu belajar untuk memikirkan diri untuk masa depan, ya itulah idola yang dimaksud disini, idola yang berusaha membuat idola lainnya”
3.    Orang-orang baik dilingkungan saya
Dibagian ini tidak bisalah dilist satu persatu, begitu banyak nikmat Allah salah satunya menghadirkan orang-orang baik yang senantiasa mendukung, mengkritik dan mengingatkan dikala salah, bahagia dan susah, orang-orang  baik yang selalu punya kelebihan masing-masing diri, orang baik akan mampu menularkan kebaikan kepada orang lain.

              Dan itulah idola- idola yang saya miliki, walaupun sejatinya setiap seseorang yang mampu memberikan teladan sudah bisa kita idolakan, namun idola itu jangan sampai hanya menjadi idola dikertas  dan angan-angan, jadikan idola itu sebagai seseorang yang mewarnai hidup ini dengan kebaikannya dan ambil yang baiknnya, buang yang buruknya ^_^..
     


             

0 komentar:

Posting Komentar

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook