Sabtu, 02 November 2013

Kita Sudah Tidak Bocah Lagi

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 23.03
Reaksi: 
Hari ini 5/6 2013, saya sudah ‘bolos’ dua kegiatan.
Bolos  kuliah pengantar dan bolos les bahasa inggris. Eitss. Bukan tanpa alasan saya  bolos, ya sebosan-bosanya dengan kuliah dosen palingan saya hanya duduk manis dan ngidupin rekaman handphone kemudian catat materi walaupun nggak focus.
 Dan tadi pagi itu karena ada laporan yang mesti deadline jam 10 J makanya nggak ikut kuliah pengantar, sekalinya nggak ikut, lansung banyak yang nanya “corri nggak kuliah?” weshh nadanya kayak heran gitu dan tatapan tajam, ya udah kapok ngak ikut KP lagi.
Wah saya jadi ingat masa dimana saya tidak sengaja bolos untuk pertama kalinya. Ceritanya lucu kawan, waktu itu kelas 2 SMP. Jadi sembari menunggu ibu guru yang  terlambat kami bermain keluar kelas. Nah si ketua kelas udah bilang ni ibu guru ngak jadi datang, saya dan beberapa orang teman  pergi melihat acara perpisahan anak SD yang lokasinya dibawah SMP. Karena keasyikan ngak tau ternyata ibu gurunya datang dan absen kami dibuat CABUT. Wow saya dirumah hanya menangis sekeras-kerasnya. Saat itu merasa menjadi anak yang nakal dan takut tidak jadi juara kelas lagi. Saat itu mindseat saya ialah anak baik itu anak yang rajin, masuk tepat waktu, PR dan UH dapat dibuat dengan lancar, ujian tidak mencontet dan ujungnya dapat juara J entahlah saat itu saya mati-matian mengejar nilai matematika di ujian semester, dan Alhamdulillah nilainya tidak turun dari semester sebelumnya.

Kemudian yang kedua bolos LES. Entahlah kawan. Ketika kau merasa jenuh menjadi aktivis 7-7 pergi jam 7 pagi dan pulang jam 7 malam, rutinitas segudang, cucian menumpuk, tugas menunggu dan ujianpun didepan mata. Maka pelariannya ialah Mesjid, ia ngak ? mesjid menjadi tempat pelarian terbaik J dimesjid melangkahkan kaki saja hatimu akan merasa tenang setuju ? dan saya pikir ketika pergi les hari ini dengan mata setengah terkantuk juga tidak efektif, juga tidak masuk pelajarannya, yaudah saya putuskan untuk berdiam dengan mentadaburi ayatNya sedari magribh- isya dimesjid di dekat wisma tercinta.
Mentadaburi al-qur’an ditemani ibu-ibu komplek sini yang memang sudah terbiasa sehabis magribh mengaji bersama. Sejam pertama ketika mengucapkan kalimat penutup kajian malam ini. Sembari menunggu isya saya mencoba memenjamkan mata barang 5 menit saja. Setengah tertidur, mimpi yang indah kawan, mimpi kembali menjadi bocah, kenangan bocah yang luar biasa tertayang sempurna. Kau tau kawan kami para bocah komplek tugu pahlawan memiliki masa kecil yang bahagia. Sore sepulang sekolah mengaji kesurau, malam mengaji lagi dan setiap jum’at malam ada latihan didikan subuh kemudian minggu pagi didikan subuh tentunya. Mengaji merupakan hal yang ditunggu, baik mengaji irama, mengaji biasa, menghafal al-qur’an dan belajar bahasa arab, wow sayangnya waktu itu saya masih belum sadar betapa kerennya program surau waktu itu.
Menjadi bocah surau amat menyenangkan, setiap bulan ramadhan, kami para bocah dan kakak abang remaja akan berkumpul bersama, duduk melingkar, berembuk membicarakan kegiatan yang akan diangkatkan dimalam nuzulul qur’an nantinya. Sudah dua kali kami mengadakan kegiatan remaja dan dua-duanya sukses. Saya tidak tau kalau materi fung rising sudah saya dapat sedari dulu, keren-keren J. Setiap ramadhan juga kami sering diutus menjadi khafilah MTQ dari surau kami. sSepertinya ilmu pidato, ilmu organisasi sudah saya dapatkan sedari itu J  Masih banyak lagi tentunya. Memori tentang latihan rebana yang dipertandingkan se kecamatan, masih ingat mesti pakai jelbab merah dan memakai lipstick yang membuat bibir saya pecah-pecah sehabis itu.

Ternyata memori itu adalah sekeping memori terindah para bocah, para bocah yang hari-harinya diisi surau dan mengaji. Sekarang para bocah sudah tidak bocah lagi, sudah mulai menjejaki dewasa awal,semoga bocah-bocah tetap istiqomah dijalanNya, Allahuakbar J

0 komentar:

Posting Komentar

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook