Sabtu, 02 November 2013

Siapa yang Bertahan dan Siapa yang Mundur Tanpa Berita

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 23.02
Reaksi: 
Ini adalah tentang da’wah dan inilah  cerita kita kawan. Da’wah suatu kata yang berat ? iya  berat ? beneran ? atau hanya persepsi belaka atau hanya guyonan lapau. Da’wah, kenapa penting sih ? sebagian menjawab penting dan sebagian lagi menjawab setengah penting, sebenarnya kenapa bisa jadi penting ? nah kita runut lagi ya, pengertian da’wah itu sendiri adalah mengajak manusia pada jalan Allah, secara teori seperti itu, nah tentunya tidak semua orang bermisi seperti ini karena buktinya ada saja musuh da’wah dimana-mana, baik itu yang berasal dari golongan umat islam sendiri atau memang diluar islam. Nah tentunya sekali lagi atas izin Allah hati-hati kita tersentuh iman dan islamnya walaupun itu lewat perantara banyak orang.
                Pertanyaannya:  apakah semua orang  yang sudah merasakan nikmat iman dan islam itu mampu mempertahankan kondisi hatinya seperti itu, jawabannya TIDAK. TIDAK. Tergantung sejauh mana individu itu mempertahankannya. Benar yang memberi hidayah  Allah namun yang mempertahankan hidayah itu apakah terus melekat didalam hati adalah diri kita sendiri, adalah perilaku kita sendiri. Nah bicara tentang ini memang unik sangat unik, karena yang ketika kita membicarakan contoh orang-orang yang dahulunya  garis terdepan namun sekarang membelok bahkan menjadi penentang memang sebuah obrolan yang khusyu’ tanpa kita tahu masa depan kita seperti apa, apakah akan menjadi seperti mereka juga  atau bagaimana Allahu’alam. Na’udzubillahimindzalik
                Saya pribadi pernah mendengar kata2 seperti ini “itu kakak A ya ? kok sekarang seperti itu ya, dulu beliau lho yang ngajak saya berjilbab syar’I, ngajak saya ikut pengajian, ngajak saya buat jaga interaksi dengan lawan jenis, tidak sms-an lewat jam 9 malam, tidak telfonan kalau tidak perlu atau bahkan sekedar berbicara sambil menunggu angkotpun kalau bisa dihindari, dulu beliau SubhanAllah, keren, luar biasa, lembut, sangat jaga jarak dengan lawan jenis, kok sekarang seperti ini ya, sangat cair dengan lawan jenis, suka komen-komenan dan ngasih smile di facebook kepada lawan jenis,apa bedanya facebook dengan dunia nyata kalau ngasih smile dan komen2an di facebook justru buat efek jatuh cinta itu lebih tinggi lho terhadap diri kita atau bahkan yang lebih parahnya tidak hanya sekedar facebook didunia nyatapun sangat cair, ibarat es magnum dibawah terik matahari padang 35 derajat celcius ditarok selama 1 jam. CAIR tanpa batas”. J nah iya ya. Pasti alas an kakak A nya  terpaksa, mau gimana lagi, yang wong ini tuntutan  kuliah kami mesti bersama kami mesti komen2an, ya wong ini tuntutan organisasi. Setidaknya ucapan itu tidak akan keluar kalau kita pandai menyikapi, pandai menjaga dan pandai  mensiasati, SIASAT itu penting.
                Salah satu yang sering membuat kita terlalai ialah begitu padatnya aktivitas dan melupakana amalan yaumi minimal sehingga iman rapuh, tuntutan banyak dan akhirnya iman itu terkikis akhirnya virus-virus seperti itu mudah sekali masuk Ke diri kita, bahkan sudah resisten malah. Seseorang pernah berkata “ketika seseorang bermasalah dengan semangat da’wahnya dan mudah terkikis oleh hal-hal seperti itu, maka bisa dipastikan tarbiyahnya bermasalah seperti jarang hadir tasqif, hadir liqo’, dll”. Mungkin ada yang bertanya,apa korelasinya coba ? coba apa ? pasti ada ya, insyaAllah kita pasti merasakan, setiap kehadiran kita diagenda tarbiyah pasti menambah ruhy dan keimanan kita, ketika kita lalai dan virus itu masuk, opss proses itu terjadi juga. 
                Kemudian ada yang bertanya, apakah yang berkata seperti diatas, sok menasehati tidak pernah merasakan virusnya. Sebagai orang normal tentu pernah lah ya, namun sebagai orang NORMAL juga kita bisa menetralkan kembali, menjadikan pHnya 7 lagi 
               
untuk ukhti-ukhti yang berada didunia siasah mensiasah, mari kuatkan tekad, jangan jadi orang mundur tanpa berita, tapi jadilah orang2 terdepan didalam gerbong da’wah, karena tanpa kita da’wah itu akan tetap jalan jua. Tetap ikut gerbang surga atau berhenti begitu saja ?  Allahuakbar mari bersama berdo’a agar Allah mengistiqomahkan kita disini. So Grateful to be part of tarbiyah islamiyah

0 komentar:

Posting Komentar

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook