Sabtu, 02 November 2013

Teruntuk kekasihku bernama Rasulullah

Diposting oleh Corrina Heparti Novsyiami di 22.53
Reaksi: 
Jalan panjang penuh liku,  kitari lembar hidupmu,  
namun……………… tak sedikitpun rasa kecewa diwajahmu,
duhai kekasihku Muhammad  kekasih dambaan umat.



Aku mengenalmu tidak lama, hanya sepanjang hidupku, nyanyian tidur tentang kisah hikmahmu masih terngiang ditelinga ku,  jujur saja itu adalah kisah terindah yang pernah dimiliki umat, seorang pemimpin besar sepertimu yang diujung hayat masih mengingat kami umatmu, walaupun diantara kami masih banyak yang sombong, masih banyak yang enggan bershalawat kepada mu, serta sering melupakan sunah, dan perjuangan gagahmu.

Malam berbintang terang, rembulan berbisik syahdu. Kekasihku…. Saat ini entah kata apa yang akan diucapkan, berkat perjuanganmu, aku bisa mengenal Rabb yang telah menciptakanku, dan tentu saja itu adalah  damai  satu-satunya yang aku miliki. Dikau juga mengejarkan semua yang hak dan bathil bagi kami semua,  aku percaya bukan tanpa sebab pula sesuatu itu dilarang atau diperbolehkan, pasti tersimpan sejuta hikmah  dibaliknya

Kekasihku... kisah ini terlalu indah diurai semuanya, kisah dimana aku sadar aku harus mengikuti sunnahmu dan  itu benar adanya aku meraskan bahwa hidup ini indah dan bermakna, hidup ini penuh cinta dan harapan, aku baru menyadari betapa malangnya aku selama ini yang terjebak kelamnya kehidupan, sunnahmu lentera jiwa ku

.Kekasihku ………… jujur saja mengikuti jalan juangmu adalah anugerah terindah, karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk melakukannya, walau ditengah jalan kadang ditemui bebatuan terjal yang siap menusuk hati-hati yang tidak kuat, yang siap meruntuhkan benteng iman dan terjerumus gemerlap fatamorgana dunia namun dengan kembali membaca sejarah juangmu yang berat,  rasanya perjuangan kami ini tidak ada apa-apanya, hanya sekelumit kisah yang kadang masih dicoreng tinta hitam.

Angin berhembus, ombak berdebur, rindupun masih terus di hati. Kekasihku…. jujur saja aku merindukanmu, merindukan sosok pemimpin yang tiada memiliki kekurangan seperti dirimu, tiada cacat sedikipun, merindukan kembali kejayaan islam itu, kejayaan yang membuat nasrani dan yahudi itu takut, duhai kekasihku… semoga suatu saat nanti aku dapat menemui sosok indahmu dan mendapat safaat dari mu kelak disurgaNya.  Amin.

Malam sunyi senyap dan aku masih merindukan Rasulku ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

 

Segores Tinta, Sekeping Hati, Mujahidah Sejati Blog by Corrina | Facebook